Mengapa saham
LPCK sejak 2015 mulai mengalami penurunan, padahal secara laporan keuangan
memiliki laba pada tahun 2016 dan 2017?. Pertanyaan ini bisa kita jawab dengan
melihat uraian dibawah ini baik secara teknikal ataupun fundamental.
Dari Teknikal
Chart LPCK Monthly
Secara teknikal sebenarnya tanda-tanda penurunan LPCK
sudah terlihat, pada bulan Maret 2015 membuat new high di level 12.400, namun setelah itu mengalami koreksi dan pada
bulan berikutnya (April 2015) mencoba
menembus rekor tertingginya kembali tetapi gagal sehingga membentuk pola double top. Tanda-tanda penurunan
lanjutan mulai terlihat pada bulan Mei 2015, kemudian pada bulan Juni 2015
terkonfirmasi adanya perubahan trend jangka panjang LPCK dari trend primer up trend menjadi down trend, hal ini terlihat dari
indicator MACD dead cross. Hingga
saat ini LPCK masih dalam trend primer
down trend dan indicator MACD
terus menunjukkan penurunan, belum ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan atau
rebound.
Dari
Fundamental
Untuk memudahkan pemahaman secara fundamental
perusahaannya, kita perlu melihat laporan keuangan dibawah ini:
Jika kita analisa financial
statement LPCK diatas sebenarnya kita sudah bisa membaca tanda-tanda
penurunan dari saham ini yang terjadi pada tahun 2015. Terlihat bahwa sejak
tahun 2010 sampai 2014 LPCK laba bersihnya selalu tumbuh diatas 42%, dan untuk
pertama kalinya pada tahun 2015 hanya tumbuh 7,87%. Tidak kah ada yang aneh
pada penurunan yang signifikan pada laba bersihnya tersebut?. Tentu saja aneh,
lazimnya laba bersih LPCK selalu tumbuh double digit dan untuk pertama kalinya
hanya tumbuh single digit. Penurunan
laba bersih LPCK terus berlanjut ke tahun 2016, 2017 bahkan hingga saat ini.
Apabila
kita bedah lebih dalam lagi, pada laporan keuangan per kuartal sebenarnya
disana mulai nampak bahwa performa pertumbuhan LPCK sudah meredup dan akan
selalu bergerak turun. Pada LK kuartal 1 2015 pertumbuhan laba bersih sebesar
20%, sedangkan pada tahun sebelumnya 2014 mampu tumbuh 227,58% (artinya ada
penurunan signifikan). Untuk saat ini saja, pada kuartal 1 2018 laba bersih
LPCK turun 56,3% (kebetulan LPCK belum melaporkan kinerja terbarunya untuk
semester 1 2018, padahal umumnya emiten di BEI sudah melaporkannya). Dari situ
saja kita bisa melihat bahwa management perusahaan tidak dalam kondisi yang
baik. Memang benar bahwa LPCK masih menghasilkan laba bersihnya, tapi kalau
turun terus apakah bagus buat investor?, tentu saja tidak. Disisi lain LPCK
sama sekali tidak pernah membagi dividen
bagi pemegang saham. Miris bukan?, tentu saja.
Kesimpulan
yang kita peroleh bahwa LPCK secara teknikal
maupun fundamental belum ada tanda-tanda perbaikan, ditambah lagi proyek
Meikarta saat ini banyak sekali mengalami permasalahan (baik secara hukum
ataupun funding).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar